RESUME ARTIKEL : NILAI DASAR DAN MORALITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM



        Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kepemimpinan merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam kegiatan manusia. Allah  SWT berfirman dalam Q.S., Al-Baqarah : 247 bahwasannya Allah mengutus hambanya untuk menjadi seorang pemimpin di muka bumi ini. Pemimpin adalah pemegang peran kunci dalam mengatur dan merencanakan strategi organisasi. Di Indonesia banyak ditemukan kasus-kasus penyalahgunaan jabatan oleh para pemimpin, hal ini membuktikan minimnya contoh pemimpin yang baik bagi anak bangsa. Artikel ini mengulas tentang kriteria pemimpin yang dibutuhkan dalam Lembaga Pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel yaitu library research dengan pendekatan kualitatif.

           Guru adalah pemimpin bagi murid-muridnya dalam sebuah lembaga pendidikan. Peran guru sangat besar untuk perkembangan anak, baik secara jasmani maupun rohani. Saat ini permasalahan kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan Islam adalah, kualifikasi kepala sekolah hanya berpendidikan S1, minimnya penguasaan keilmuan tentang teori-teori kepemimpinan, serta posisi jabatan yang tidak relevan dengan rumpun keilmuan yang dikuasai.

           Seorang pemimpin pendidikan islam harus memahami nilai dasar dan tolak ukur seorang pemimpin sehingga bisa dianggap pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Modal utama seorang pemimpin adalah niat untuk mencapai ridlo Allah SWT. Tugas pemimpin juga tidak hanya memahamiapa yang menjadi tanggung jawabnya akan tetapi juga menyelami kondisi orang-orang yang dibawahnya atau yang dipimpinnya. Pemimpin memiliki kewajiban memotivasi anggota guna meningkatkan kinerja anggota. Pemimpin adalah orang yang menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan mufakat antara pemimpin dan anggotanya.

          Iman, ilmu, dan akhlak adalah modal seorang pemimpin untuk menjalankan kepemimpinannya. Dalam Islam, moral dasar yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin adalah memiliki dan berpegang teguh terhadap nila-nilai luhur. Nilai-nilai luhur dalam pandangan Islam adalah iman, islam, ihsan. Pemimpin dalam islam juga harus memiliki moralitas seperti yang digambarkan dalam Al-Quran yaitu, jujur, adil, peduli.

        Kepemimpinan dan manajemen memiliki korelasi yang amat erat sekaligus perbedaan yang jauh. Perbedaan manajemen dan kepemimpinan terletak pada hubungan sosialnya. Kinerja manajer lebih berfokus pada pencapaian tujuan tanpa memperhatikan penerimaan sosial atas kehadirannya. Pemimpin tidak hanya mementingkan pencapaian dalam suatu tujuan, tetapi juga peduli dengan penerimaan sosial.

         Pemimpin, khususnya dalam Lembaga Pendidikan Islam harus memiliki beberapa keterampilan. Pertama, kemampuan mengorganisir dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan program pembelajaran. Kedua, kemampuan memupuk kepercayaan dari guru-guru dan anggota staf sekolah. Ketiga, kemampuan membangun kerja sama dalam pengembangan program supervise. Keempat, kemampuan mendorong para personalia sekolah agar turut berpartisipasi dalam usaha-usaha mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan. Kriteria sifat-sifat pemimpin yang harus dimilkiseorang pemimpin pendidikan Islam adalah adil, amanah, cerdas, komunikatif, berintegritas, menerima apa adanya, pandai mengatur strategi, dan sabar. Pemimpin yang ideal memegang peran penting dalam kemajuan Lembaga Pendidikan Islam. (oleh : Amrina Amalia )

       

 

 

 

 



Komentar